Mbak Ayu

Pemesanan & Pengiriman

081226888103 / 085799799903

Telpon : 0291 4260 242

PIN BBM 1 :5FC58CE5

PIN BBM 2 :79398E99

LINE :@soz0420q

Whatsapp :081 226 888 103

metafisika103@gmail.com

 

Abah Sabrang Alam

Pakar Mistik Nusantara

Kontak Ki Sabrang Alam

Silahkan,Klik Di Sini

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

 

 

chat wa otomatis ki sabrang alam

 

Apakah yang dimaksud dengan “Pusaka”?

Artikel » Apakah yang dimaksud dengan “Pusaka”?

Pusaka merupakan istilah yang disandangkan kepada suatu benda yang dianggap sakti, keramat, dan bertuah. DI sis lain, suatu benda disebut pusaka karena memang berasal dari warisan nenek moyang. Umumnya, pusaka yang merupakan peninggalan nenek moyang tersebut memiliki nilai seni, historis, bahkan nilai magis. Sehingga pusaka dianggap memiliki kekuatan atau kesaktian tersendiri tatkala dipakai oleh orang yang tepat.

 

Setiap pusaka memiliki tuahnya tersendiri. Ada yang memiliki tuah/energi metafisik sebagai sarana kewibawaan, jabatan, kekayaan, pelarisan, hingga pengasihan. Dalam artian yang lebih sempit, istilah pusaka ditujukan pada benda-benda yang berbentuk senjata. Seperti keris, tombak, trisula, sabet (pedang), dan sejenisnya. Dasar penyebutan pusaka sebagai senjata, yaitu orang zaman dahulu menyebut senjata-senjata ini sebagai benda berharga yang digunakan untuk melindungi diri. Itulah mengapa muncul istilah tosan aji.

 

Perkembangan zaman telah mengubah pusaka yang semula sebagai alat untuk membela diri menjadi suatu simbol kehormatan dan derajat sosial. Pada kalangan kelas tertentu, (terutama golongan priyayi ataupun bangsawan) menggunakan pusaka pada upacara-upacara tertentu. Begitu juga, karena nilai magisnya pusaka pun dijadikan ageman (pegangan) sebagai sarana untuk meraih kesuksesan hidup. Inilah yang menjadikan pusaka begitu diminati oleh berbagai kalangan, tidak Cuma masyarakat bawah namun juga kalangan kelas atas.

 

Dilihat dari sisi spiritual, pemahaman pusaka kini tidak hanya berkutat pada jenis benda yang berbentuk senjata. Melainkan benda apapun yang mempunyai nilai historis juga nilai magis, sekalipun tidak berbentuk senjata tajam atau senjata untuk membela diri. Bisa juga berbentuk cundrik (senjata kecil), warangka (wadah keris), patung, atau benda lainnya. Benda-benda ini disebut pusaka karena memang jika dirasakan dengan energi spiritual memiliki kekuatan tersendiri. Kekuatan tersebut bisa datang melalui perantara khodam (makhluk gaib golongan putih). Bisa juga berasal dari energi alami bentukan alam semesta.

 

Sebagai bentuk penghormatan kepada pusaka yang memiliki nilai historis, dan nilai magis yang ada pada suatu pusaka. Maka pusaka tersebut diberi gelar “kyai”. Seperti misalnya, Keris Kyai Sengkelat, Kyai Setan Kober, Kyai Singkir, dan lainnya. Sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur dan kepada Sang Maha Pencipta. Pada waktu-waktu tertentu seperti saat malam Satu Suro, pusaka itu dijamas. Melalui serangkaian ritual dan tak jarang melalui laku tirakat dan puasa.