Mbak Ayu

Pemesanan & Pengiriman

081226888103 / 085799799903

Telpon : 0291 4260 242

PIN BBM 1 :5FC58CE5

PIN BBM 2 :79398E99

LINE :@soz0420q

Whatsapp :081 226 888 103

metafisika103@gmail.com

 

Abah Sabrang Alam

Pakar Mistik Nusantara

Kontak Ki Sabrang Alam

Silahkan,Klik Di Sini

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

 

 

chat wa otomatis ki sabrang alam

 

Terselamatkan dari Bahaya Racun

Testimoni » Terselamatkan dari Bahaya Racun

Banyak keberuntungan yang saya alami setelah memiliki keris pusaka dari Abah Sabrang Alam. Namun, yang paling mengesankan adalah ketika saya terselamatkan dari minuman racun yang diberikan kepada saya. Dalam penglihatan saya, dalam minuman yang disuguhkan seperti ada hewan kecil-kecil dan berbusa. Semakin lama, busa itu semakin banyak. Saya pun tidak jadi meminumnya meskipun sudah dipaksa-paksa.

 

Memang sudah lama dalam usaha kami bersaingan. Kami menjalankan usaha dalam bidang yang sama, yaitu usaha rumah makan. Masing-masing rumah makan kami saling berdekatan. Jadi, setiap harinya seperti terjadi persaingan untuk menjaring pembeli. Padahal, saya sama sekali tidak mempunyai niat untuk menyaingi usahanya. Bahkan resep yang saya tawarkan pun sangat berbeda dengan resep yang ada di warungnya.

 

Namun entahlah, ia mengira saya menyainginya. Memang, dalam kenyataan warungnya berubah sepi, bahkan lebih sepi dari sebelumnya. Kalau saya boleh berkomentar tentang warungnya, ia kurang menjaga kehigienisan dan pelayanan. Warungnya sepi bukan akibat saya menyaingi atau apa. Tapi itu disebabkan karena perilakunya sendiri yang tidak mendukung untuk dibanjiri pembeli.

 

Meskipun seperti itu, saya tetap mempergaulinya dengan baik. Sesekali saya memberikan saran kepadanya agar rumah makannya bisa lebih ramai. Namun entah kenapa, ia tidak pernah mendengarkan. Ia malah membenci saya setengah mati. Puncaknya, terjadi saat ia berniat memberi saya minum dengan minuman racun. Namun Alhamdulillah saya terhindar dari minuman itu.

 

Saat itu ia tiba-tiba mengajak saya pergi ke danau untuk bercakap-cakap. Katanya, ia ingin meminta saran dari saya tentang keberlanjutan rumah makannya. Kebetulan kala itu sudah waktunya tutup. Kami bercakap-cakap cukup lama. Tidak seperti biasa, ia berubah sangat ramah. Kelihatan aneh. Batin saya sudah memperingatkan untuk berhati-hati dengan sikapnya itu. Entahlah, seperti ada bisikan yang memerintahkan saya untuk berhati-hati.

 

Ia pun menyuguhkan sebotol teh hangat ke hadapan saya. Ia mempersilahkan saya untuk meminumnya. Namun sangat aneh, saya seperti melihat hewan kecil-kecil berada di dalam botol itu. Saya juga melihat bahwa minuman itu mengeluarkan busa yang semakin lama semakin banyak. Saya pun tak jadi meminumnya. Saya letakkan kembali di sampingnya. Dan secara tak sengaja ia menumpahkan minuman itu ke tanah. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa tumpahan itu bukanlah tumpahan air the yang wajar. Rerumputan yang terkena air teh itu seketika mati, berubah menjadi coklat kehitaman seperti habis terbakar. Masya Allah, semoga Tuhan terus melindungi saya.

 

Khairuddin Amin, 43 Tahun. Samarinda